HOME

Sabtu, 07 April 2012

6 Burung Cantik Di Pulau Sulawesi

          Sulawesi salah satu pulau di Indonesia yang memiliki ke anekaragaman flora dan fauna yang sangat menakjubkan. Kali ini ane mau ngeshare 6 Burung Cantik yang ada di pulau Sulawesi , hmmh apakah agan-agan sudah pada tau sebelumnya, kayanya daripada ngomong terus mending langsung aja kita ke TKP!

1.Burung Maleo


      Yang pertama untuk burug tercantik di pulau sulawesi adalau burung maleo memiliki nama latin Macrocephalon Maleo salah satu burung yang dinyatakan langka, kenapa langka karena burung ini hanya ada di hutan hujan pulau Sulawesi terutama Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Banggai.
      Karena banyaknya habitat tempat tinggal burung Maleo  ini yang sudah rusak dan tingkat kematian anak-anak Burung Maleo,membuat burung ini menjadi hewan yang hampir punah.
     Burung Maleo memakan biji-bijian dan hewan kecil seperti kumbang kecil, semut dan hewan-hewan kecil lainnya.



  • Ciri-ciri burung Maleo adalah : berukuran sedang, panjang sekitar 55 cm. Bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Ciri Maleo Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.
  • Yang unik dari burung Maleo adalah, ukuran telurnya yang besar sekitar 11 cm (8 kali lebih besar dari ukuran telur ayam), dan memiliki berat 240gram hingga 270gram perbutir. Anak burung Maleo sudah bisa terbang saat baru menetas dari telurnya. Burung Maleo berkembang biak dengan cara mengeram telut-telurnya dalam timbunan pasir, umumnya sering ditemui di sepanjang pesisir pantai Tanjung Matop, Tolitoli, Sulawesi Tengah.


2.Burung Gagak Banggai


       Yang Kedua adalah burung gagak banggai burung ini adalah burung yang terdapat di kepulauan Banggai,Sulawesi Tengah  burung ini adalah burung yang dikategorikan 18 burung terlangka di Indonesia.Burung dengan nama latin Corvus Unicolor ini bahkan sudah dianggap punah.Habitat dari burung ini adalah hutan dengan ketinggian 900 meter dari permukaan laut.

  • Ciri-cirinya adalah ukuran panjang tubuh sekitar 39 cm dan bulunya yang hitam. Iris mata berwarna lebih gelap dibandingkan gagak hutan, ekornya juga lebih pendek dibandingkan ekor gagak hutan. Suaranya tinggi dengan nada yang lebih cepat bila dibandingkan suara gagak hutan.
3. BURUNG KAKAKTUA KECIL JAMBUL KUNING


        Ketiga adalah burung bernama Burung Kakaktua Kecil Jambul Kuning Burung yang tersebar di kepulauan Sulawesi dari marga cacatua ini mempunyai ukuran panjang sekitar 35cm.
         Burung ini ditemukan di kepulauan Sunda kecil,Bali,Timor Barat dan Timor Leste.Wah! ternyata burung ini tersebar bukan hanya di kepulauan Sulawesi saja ya.

  •    Ciri-cirinya adalah hampir semua bulunya berwarna putih, dan terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan di kepalanya. Paruhnya berwarna hitam, kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu untuk terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Ciri burung kakaktua betina serupa dengan burung jantan. Bersarang dan bertelur di lubang-lubang pohon hutan primer atau sekunder, dengan jumlah telur dua sampai tiga butir.
4. BURUNG KACAMATA SANGIHE

        Keempat Burung Kacamata Sanghie mempunyai nama latin Zosterops nehrkorni. Burung yang habitatnya di kepulauan Shangie-Sulawesi Utara ini terancam punah , karena populasi burung ini kurang dari 50 ekor lagi.Burung ini salah satu dari burung jenis berkacamata di Indonesia.
  • Ciri-cirinya berukuran kecil sekitar 12 cm. Berwarna hijau zaitun pada bagian atas tubuh, dengan tunggir warna kuninghijau mencolok. Paruh dan kaki berwarna jingga kepucatan.Ekor berwarna hijauhitam gelap. Dahi berwarna hitam. lingkar mata berwarna putih agak lebar. Pipi, tenggorokan dan penutup ekor bawah berwarna kuning cerah. bagian bawah lainnya berwarna putihmutiara dengan sisi tubuh abuabu. Burung ini memiliki suara siulan tipis dam halus dengan nada irama yang cepat.
    Makanan utama adalah serangga dan aneka buah.
5.BURUNG MADU SANGIHE

      Yang kelima adalah burung Madu Sangie yang bernama latin Aethopyga Duyvenbodei, salah satu burung langka yang ada di kepulauan Sangie-Sulawesi Utara.Di kawasan Indonesia bagian tengah burung pemakan madu ini telah dikategorikan hewan yang hampir punah, wah! kasian benget ya T_T.
      Karena burung ini sedikit populasinya dan telah dikategorikan sebagai burung yang hampir punah makan burung ini telah dilindungi oleh PP NO.7 TAHUN 1999.
  •     Ciri-cirinya berukuran kecil sekitar 12 cm. Burung jantan memiliki bulu bagian kepala atas berwarna hijau metalik dan biru, sekitar telinga berwarna ungu kebiruan sedangkan bagian punggung berwarna kekuningan, dan tunggir dan tenggorokan kuning. Burung betina bagian atasnya berwarna zaitun kekuningan, sedangkan bagian tunggir, tenggorokan, dan bagian bawah berwarna kuning. Paruhnya relatif panjang dan melengkung. Ukurannya yang kecil dan gerakannya gesit sehingga terkadang sulit diamati. Burung ini sering kali di dapati sendiri atau hidup berpasangan. Terkadang juga dalam kelompok-kelompok kecil. Suara burung ini belum terdiskripsikan dengan pasti tapi cenderung tinggi.
    Makanan utamanya adalah madu, namun selain madu burung ini juga makan serangga dan laba-laba.
6. BURUNG ELANG BONDOL

       Yang terakhir adalah burung Elang Bondol Burung yang habitatnya di seluruh kepulauan Indonesia kecuali Jawa dan Bali memiliki nama latin Haliastur Indus 
  • iri-cirinya berukuran sedang (45 cm), berwarna putih dan coklat pirang. Burung dewasa: kepala, leher, dan dada putih; sayap, punggung, ekor, dan perut coklat terang, kontras dengan bulu utama yang hitam. Burung Remaja, tubuh kecoklatan dengan coretan pada dada. Warna berubah menjadi putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu dewasa sepenuhnya pada tahun ketiga.

    Makanan utamanya bervariasi, diantaranya memakan kepiting, udang, dan ikan, memangsa burung, anak ayam, serangga, dan mamalia kecil.

    Berkembang biak dengan cara bertelur 2-4 butir, dan dierami selama 28-35 hari dengan membuat sarang dari susunan patahan batang, ranting, rumput, daun dan sampah, di atas bangunan atau cabang pohon yang tersembunyi dengan ketinggian 6-50 meter dari permukaan tanah. Bila bersarang di hutan mangrove, ketinggian sarang hanya sekitar 2-8 meter.
    Anak burung Elang Bondol mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang sekitar umur 40-56 hari dan menjadi dewasa hidup mandiri dua bulan kemudian.



Sekian inpo ane kali ini mungkin jika berminat tinggal kan komen nya ya!!

0 komentar:

Posting Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


:b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: